Optimasi Ukuran & Performa Aplikasi Electron
Aplikasi Electron terasa berat? Pelajari cara memperkecil ukuran bundle dan meningkatkan performa, dari asar dan prune dependency sampai lazy load.
Baca →12 artikel dengan tag ini.
Aplikasi Electron terasa berat? Pelajari cara memperkecil ukuran bundle dan meningkatkan performa, dari asar dan prune dependency sampai lazy load.
Baca →Kenapa aplikasi Electron perlu code signing dan cara melakukannya di Windows dan macOS agar tidak diblokir SmartScreen maupun Gatekeeper.
Baca →Amankan aplikasi Electron-mu: pahami contextIsolation, sandbox, preload, dan praktik terbaik agar aplikasi tidak mudah disusupi.
Baca →Cara menyimpan data dan pengaturan aplikasi Electron secara lokal: pakai electron-store untuk data ringan, atau SQLite untuk data terstruktur.
Baca →Cara membuka, membaca, dan menyimpan file di aplikasi Electron lewat dialog sistem dengan aman, dari renderer sampai main process.
Baca →Tambahkan menu aplikasi, ikon tray, dan notifikasi native ke aplikasi Electron-mu agar terasa seperti aplikasi desktop sungguhan.
Baca →Belajar IPC di Electron: cara mengirim pesan antara renderer dan main process dengan aman lewat preload dan contextBridge.
Baca →Pahami arsitektur Electron: apa itu main process dan renderer process, peran masing-masing, dan bagaimana keduanya bekerja sama membentuk aplikasi desktop.
Baca →Bingung pilih Electron atau Tauri untuk aplikasi desktop? Kita bandingkan ukuran file, performa, bahasa, dan ekosistemnya biar kamu tidak salah pilih.
Baca →Panduan mem-package aplikasi Electron jadi installer dengan electron-builder, lalu mendistribusikannya ke pengguna Windows, macOS, dan Linux dengan benar.
Baca →Kenalan dengan Electron, framework untuk membuat aplikasi desktop lintas platform (Windows, macOS, Linux) memakai HTML, CSS, dan JavaScript. Cocok untuk pemula.
Baca →Cara menambahkan fitur auto-update ke aplikasi Electron memakai electron-updater agar pengguna selalu pakai versi terbaru.
Baca →